Thursday, November 18, 2010

Kuharap dunia hanya di tangan...


Terkilan dihati usai menatap isi emelnya. Timbul pelbagai persoalan, apakah ini kesudahannya? apakah ini petunjuk dariNya lewat istikharah yang dipinta kepadaNya? apakah semuanya berakhir di sini? apakah impiannya selama ini kecundang di persimpangan ini? Apakah ini ujian atas dosa yang dilakukannya? "Ya Allah, tabahkan hati ana, berikanlah hamba kekuatan dan redha dengan setiap pemberianMu..." Lantas mushaf kecil itu menjadi makanan rohaninya.

Allah berdialog dengannya.

"Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cubaan) seperti (yang dialamai) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaaan dan digoncang (dengan pelbagai cubaan), sehingga rasul dan orang-orang yang bersamanya berkata "Bilakah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat."

(Al-Baqarah:214)

Terasa hangat air yang mengalir dipipinya. 'Yakinlah, semua ini nikmat jika kamu mengetahuinya...'bisikan itu membelai hatinya.

Bukankah Allah telah berjanji, akan datang pertolongan disebalik ujian yang diberikan? Mengapa perlu ragu? Teruskan berdialog denganNya.

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu meyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"

(Al-Baqarah:216)

Terasa sesuatu memasuki rohaninya.
'Aisyah, bukankah telah jelas Dia mengatakan padamu? mengapa perlu bersedih lagi? Tinggalkan semua, dan berdirilah, bina kehidupan yang baru, mungkin inilah yang terbaik untukmu, untuk agama dan perjuanganmu, untuk kehidupan serta keluargamu, dan untuk pengakhiranmu kelak. Simpan semuanya . Percaya dan redha dengan setiap takdirnya, bukankah itu salah satu cabang iman? mengapa perlu lemah dengan hal dunia yang seharusnya hanya perlu diletakkan ditangan? Usap airmata itu!

Rintihanku;
Ya Allah,
Kuharap hanya didunia, diredha dan diberkati...
menjadi jambatan ke syurgamu..

Jauh perjalanan telah aku jelajahi,
membawa seribu impian berbekal pengalaman,
mampukah aku melangkah menuju satu daerah,
masihkah ada sinar yang menanti,

Masa dan janji pasti tiba,
ku kan dijemput kesana,
bimbang langkahku terhenti,
ku terpaut dipersimpangan,
tak inginku mengingati detik hitam semalam,
tinggallah semua menjadi kenangan,

KeranaMu kan kugagahi,
untuk terus sisa hidup ini,
biar kutebus segala dosa,
selagi jasad bernyawa...

Leraikanlah resah hatiku,
padaku hanya Engkau Yang Satu,
belum pernahku terasa hebatnya CintaMu..

Sesungguhnya Engkau mengerti
apa tersirat didalam diri,
kupohon rasa kasih yang abadi...

Ikhlaskan diri ini,
menyintaiMu sepenuh hati,
agar kasih tak padam bila diuji...

Rahmat dan kasihMu tiada sempadan,
biarpun jiwa dalam kelalaian,
ditusuk dengan pelbagai dugaan...

Ya Allah, Ya Rahman,

-assaufee-
Insya allah ada pelangi yang cantik menanti disana...

Segalanya milikmu,

Kau yang menciptakan cinta,
dan Kau jua yang menghampar bahagia,
diribaanMu terhimpun harapan,
impian tulus setiap insan,

Kau yang mengutuskan duka,
dan Engkau yang mengirimkan hampa,
namun padaMu jua diadukan,
merebahkan keresahan dan tangisan,

Aku tahu inilah kasihMu,
aku tahu inilah cintaMu,
dan kutahu tiap yang terbaik untukku,
tak semuanya yang kumahu,

Ya Allah....

Dicelah hangat nafas yang terhela,
ada dingin saat menyeru namaMu,
terarah segala ronta rasa,
pada damainya dakapanMu,

disegenap ruang rasaku,
telah Kau titipkan kekuatan,
Terima kasih, ya Allah...

-Fatimah: Just follow d flow...wait n c...-

No comments: